Fujimi 1/72 E2C Hawkeye

Price:330,000IDR
  • Fujimi Hawkeye screw top
    Fujimi Hawkeye screw top
  • Fujimi Hawkeye wing
    Fujimi Hawkeye wing
  • Fujimi Hawkeye rotodome
    Fujimi Hawkeye rotodome
  • Fujimi Hawkeye parts
    Fujimi Hawkeye parts
  • Fujimi Hawkeye landing gear
    Fujimi Hawkeye landing gear
  • Fujimi Hawkeye fuselage
    Fujimi Hawkeye fuselage

Silahkan WA ke 085693029246 untuk pembelian langung atau via Tokopedia dan BukaLapak

Walau tidak dibekali rudal, bom, atau bahkan hanya sekedar kanon, E-2C adalah pesawat istimewa yang mampu meningkatkan efektifitas dan keamanan operasi air wing kapal induk dan koalisi. Kuncinya ada pada kemampuan early warning dan control yang disediakan oleh radar besar, perangkat komunikasi canggih, dan 5 awak terlatih.
 
Sejak pertempuran Midway, gugus kapal induk yang lebih dulu menemukan lawannya punya kemungkinan menang lebih besar. Pada perang dingin, armada kapal induk US NAVY memang paling besar, tapi Soviet punya banyak rudal anti kapal raksasa. Sangat penting bagi US NAVY untuk menemukan platform peluncur rudal, baik kapal permukaan dan bomber sebelum mereka sempat meluncurkan rudalnya. Hawkeye membawa radar ke ketinggian agar mampu mendeteksi target di jarak lebih jauh.
 
Masalahnya pada jarak sejauh itu pantulan radar untuk bomber Soviet, fighter kawan, dan bahkan airliner akan terlihat sama. Sistem IFF secara teoritis mampu membedakan kawan atau lawan. Tapi pada prakteknya sistem ini tergantung kepada reliabilitas transponder dari pesawat target IFF. Sesuatu yang kurang bisa diandalkan, terutama dalam kondisi real dimana pesawat dari banyak pihak bisa terbang di area tempur. Ketiga awak radar Hawkeye terlatih untuk mengidentifikasi target di jarak jauh menggunakan beragam sensor, sistem komunikasi, pengolahan data radar canggih, dan beragam informasi lain seperti jadwal penerbangan kawan dan sipil di area tersebut. Mereka dituntut untuk bisa mengidentifikasi radar kontak dengan cepat dan akurat. Telat mengidentifikasi bomber, maka gugus kapal induk akan dihujani rudal anti kapal. Di sisi lain salah mengidentifikasi pesawat kawan apalagi sipil sebagai lawan akan punya efek yang sama parahnya.    
 
Kemampuan Hawkeye membuatnya memiliki gambaran medan tempur paling lengkap. Sehingga sangat logis kalau Hawkeye juga diberi tugas sebagai control. Hawkeye dibekali beragam perangkat komunikasi baik audio dan data link yang bisa menjangkau semua pesawat kawan dan koalisi di area tempur. Walau tidak membawa persenjataan, Hawkeye adalah force multiplier yang efektif. Mampu mengarahkan asset udara untuk menetralisir ancaman dengan cepat dan aman. Salah satu buktinya terjadi saat operation desert storm. Sebuah Hawkeye mampu mendeteksi dan mengidentifikasi sepasang MiG-21 Iraq dengan cepat. Lalu mereka melakukan komunikasi efektif dengan flight Hornet terdekat. Sehingga sepasang Hornet mampu mengambil arah dan ketinggian yang sesuai lalu melepaskan rudal dari posisi ideal sebelum MiG-21 menyadari apa yang terjadi. Informasi dari Hawkeye begitu efektif dan akurat sehingga sepasang Hornet tersebut bahkan tidak perlu membuang arsenal air-to-ground berat yang mereka bawa.  
 
Disain E-2C sebenarnya adalah sebuah kompromi yang bagus untuk tuntutan misi dan teknologi yang tersedia pada masa itu. E-2C didisain sebesar mungkin untuk membawa radar beserta sistem pendukungnya tapi masih cukup kecil untuk beroperasi di kapal induk. Jadi ada beberapa kompromi seperti keterbatasan sistem komputer yang tidak terlalu mampu mengolah pantulan radar di tengah ground clutter. E-2C mampu mendeteksi target dengan baik di tengah laut, cukup untuk operasi blue water NAVY. Tapi radar E-2C akan sangat kesulitan saat medan tempur bergeser lebih dekat ke daratan. Perkembangan teknologi menghasilkan radar dan sistem komputer canggih yang lebih ringkas dan ringan. Sehingga US NAVY bisa meng-upgrade Hawkeye agar lebih sesuai dengan pola pertempuran modern yang semakin bergeser ke daratan. Selain itu Hawkeye baru juga akan memiliki kemampuan CEC, Cooperative Engagement Capability. Secara ringkas sistem ini memungkinkan pertukaran dan integrasi data dari berbagai elemen tempur. Kapal permukaan US NAVY bisa mendapat data targeting dari Hawkeye yang cukup real-time dan presisi untuk meluncurkan rudal jarak jauh dengan akurat. 

Fujimi 1/72 E-2C Hawkeye Screw Top

Dimensi sekitar 24x34.5 cm

Fujimi mencetak sayap dalam dua part atas-bawah. Tidak ada sambungan di tengah berarti struktur lebih kuat dan tidak perlu repot mencari sudut dihedral yang tepat. Surface detail berupa panel line, rivet, dan wing fold area dicetak tajam dan rapi. Lampu besar di depan wingtip disediakan dengan clear part untuk tampilan lebih realistis.

Detail internal kit ini memang sederhana, hanya berupa kokpit sederhana tanpa detail ruangan operator radar di belakang. Sederhana, mudah dirakit, tapi masih terlihat cukup bagus dari luar. Surface detail pada fuselage, radar dome, dan engine nacelle dicetak sama bagusnya dengan detail pada sayap. Main landing gear yang disediakan Fujimi juga terlihat cukup detail.

Pada kit ini tersedia satu pilihan decal, yaitu VAW-123 Screw Top dengan marking spiral yang unik pada radar dome.

Silahkan WA ke 085693029246 untuk pembelian langung atau via Tokopedia dan BukaLapak