Hobbyboss 1/350 Alfa class SSN (Sold Out)

Sold Out
  • Hobbyboss 1/350 Alfa class SSN
    Hobbyboss 1/350 Alfa class SSN
  • Hobbyboss 1/350 Alfa parts
    Hobbyboss 1/350 Alfa parts
  • Hobbyboss 1/350 Alfa stern
    Hobbyboss 1/350 Alfa stern
  • Hobbyboss 1/350 Alfa hull
    Hobbyboss 1/350 Alfa hull
  • Hobbyboss 1/350 Alfa PE
    Hobbyboss 1/350 Alfa PE

Alfa class SSN adalah kapal selam ekstrim yang belum ada ekivalennya sampai saat ini. Alfa mampu menyelam diatas 40 knots, jauh lebih cepat dari kapal selam lain. Tidak hanya cepat, Alfa termasuk kapal selam yang lincah, didisain agar mampu menghindari torpedo lawan (pada saat itu) dengan kecepatan dan manuver. Alfa juga mampu menyelam sangat dalam, mampu memanfaatkan lapisan thermocline dengan lebih fleksibel untuk menghindari deteksi sonar lawan. Rahasia desain Alfa mirip dengan resep Willy Messerschmitt sewaktu mendisain Bf109: pasangkan mesin terkuat dengan airframe terkecil. Atau dalam kasus kapal selam: pasangkan reaktor nuklir terkuat dengan hull terkecil. 

Alfa adalah kapal selam nuklir operasional terkecil. Saking kecilnya sampai intelejen barat pada awalnya salah mengira Alfa adalah kapal selam diesel-elektrik. Butuh waktu cukup lama bagi CIA untuk menganalisa semua data intelejen sampai yakin bahwa Alfa adalah kapal selam nuklir. Tidak hanya kecil, hull alfa berbentuk teardrop, melengkung cantik dengan halus dari halauan sampai buritan. Berbeda dengan kapal selam modern yang berbentuk silinder dengan lengkungan di halauan dan buritan saja. Ukuran kecil dan bentuk hidrodinamis berperan penting untuk memberikan kecepatan sangat tinggi bagi Alfa. Konon bentuk cantik Alfa juga membuatnya cukup sulit dideteksi sonar aktif lawan.

Kejutan lainnya adalah pemakaian bahan Titanium untuk hull. Titanium adalah logam yang sangat kuat, memungkinkan pembuatan hull yang kecil dan kuat menahan tekanan di kedalaman ekstrim. Pada awalnya intelejen barat sangat sulit mempercayai penggunaan Titanium untuk hull kapal selam. Memang benar bahwa Titanium sudah banyak dipakai di pesawat performa tinggi, contohnya SR-71. Tapi kapal selam berukuran lebih besar, dan butuh pelat jauh lebih tebal. Sementara Titanium adalah material yang perlu diolah dengan penanganan khusus di lingkungan terkontrol. Pembentukan dan pengelasan pelat tebal titanium menjadi hull kapal selam ukuran besar sangat menantang. Soviet harus membuat lingkungan terkontrol raksasa, dan hebatnya mereka berhasil.      

Hull kecil memang berguna untuk mereduksi drag, tapi hanya tersedia sedikit tempat untuk menampung mesin. Sementara untuk menembus 40 knots butuh tenaga besar. Soviet memilih reaktor nuklir dengan pendingin lead-bismuth sebagai solusi masalah tersebut. Dalam beberapa aspek tipe reaktor seperti ini punya keunggulan, terutama untuk menghasilkan daya besar dengan ukuran yang relatif kecil. Lead-bismuth berbentuk cair pada tempratur kerja reaktor, bisa digunakan dengan efektif sebagai pendingin. Selain itu titik didih lead-bismuth sangat tinggi, jauh diatas tempratur kerja reaktor, memberikan keamanan ekstra. Hasilnya dengan ruangan sempit yang tersedia, mesin Alfa cukup kuat untuk menembus 40 knots.

Masalahnya pada suhu ruangan lead-bismuth berwujud padat. Jika suhu reaktor turun, maka lead-bismuth akan membeku, membuat reaktor mati untuk selamanya. Pada awalnya Alfa akan disuplai udara/uap yang cukup panas untuk menjaga lead-bismuth tetap cair saat reaktor dimatikan di pelabuhan. Sayangnya infrastruktur pensuplai udara/uap panas tersebut ternyata tidak cukup handal. Akhirnya diputuskan untuk menyalakan reaktor terus-menerus, bahkan sewaktu Alfa bersandar di pelabuhan. Solusi ini memang berhasil untuk menjaga lead-bismuth tetap cair dan reaktor tetap bisa digunakan. Tapi reaktor Alfa class tidak didisain untuk beroperasi terus-menerus seperti ini. Dan perawatan tingkat berat pun nyaris tidak mungkin karena reaktor tidak pernah dimatikan. Belum lagi ternyata tipe reaktor seperti ini mempuanyai beberapa bahaya sendiri yang membuatnya tidak praktis dipakai pada kapal selam generasi berikutnya.     

Kapal selam nuklir modern tidak lagi didisain dengan hull kecil dan lead-bismuth cooled reactor. Kebanyakan menggunakan PWR dan hull yang lebih besar, sehingga tidak ada lagi yang beroperasi diatas 40 knots. Tapi ada satu warisan Alfa class yang diturunkan ke generasi berikutnya, yaitu: otomatisasi. Ukuran lambung Alfa class sangat kecil, sehingga jumlah awak yang dibawa juga sangat terbatas. Masalahnya walaupun beukuran lebih kecil, Alfa tetap kapal selam nuklir dengan banyak sub sistem yang perlu dioperasikan, diawasi, dan dirawat. Solusinya Alfa class memakai otomatisasi secara massif. Sebagian besar operasi normal bisa dilakukan dari satu ruangan dengan awak minimum. Selain itu alur perintah pada Alfa class juga jauh lebih cepat. Sebagian besar perintah turun dari kapten langsung ke awak yang berada di ruangan yang sama, dan langsung dieksekusi saat itu juga tanpa harus diteruskan ke awak yang tersebar di ruangan lain. Alfa termasuk yang pertama menerapkan otomasi ektensif pada kapal selam, dan pastinya ada banyak masalah yang dihadapi. Tapi Soviet belajar banyak dari permasalahan tersebut untuk membuat sistem otomasi yang lebih baik. Sehingga kapal selam genereasi berikutnya, Akula, bisa dioperasikan secara efektf dengan sedikit awak.

Hobbyboss 1/350 Alfa

Saat menerima kit ini, kami merasakan hal yang serupa dengan intelejen barat saat pertamakali mendapat info tentang Alfa. Ukuran kit Alfa sangat kecil, sampai awalnya kami mengira ini adalah kapal selam diesel-elektrik, bukan nuklir, mirip dugaan awal intelejen barat tentang Alfa hehehe. Dan bahkan kami sempat mengira Hobbyboss salah mencetak kit 1/700 di kotak 1/350. Tapi setelah pengamatan lebih teliti dan membaca berbagai referensi, ternyata memang Alfa berukuran kecil. Bahkan Alfa adalah kapal selam nuklir operasional terkecil di dunia.

Biarpun kecil, Hobbyboss berhasil menangkap lengkungan elegan hull Alfa. Detail permukaan berupa panel line, torpedo door, dan beberapa lubang dicetak dengan tajam dan rapi. Sail khas kapal selam Soviet yang menyatu halus dengan hull juga dicetak rapi seperti aslinya. Periscope mast dan beberapa sensor lainnya dicetak terpisah, memperluas pilihan modeler untuk membuat konfigurasi yang diinginkan. Mast door disediakan dalam bentuk PE untuk tampilan lebih realistis.  

Elevator dan rudder dicetak terpisah dan bisa dipasang dalam pose dinamis. Hobbyboss menyediakan propeller dalam bentuk plastik dan PE. Namun posisi part dalam sprue yang kurang tepat menyebabkan beberapa propeller blade plastik patah dalam pengiriman. Tapi tidak perlu kawatir, Hobbyboss menyediakan propeller PE dengan detail lebih tajam. Tersedia PE nameplate yang akan menjadi sentuhan bagus di diorama atau display stand.