Trumpeter 1/48 MiG 21 F 13 (Sold Out)

Sold Out
  • Trumpeter 1/48 MiG21
    Trumpeter 1/48 MiG21
  • MiG 21 Cockpit
    MiG 21 Cockpit
  • MiG 21 PE
    MiG 21 PE
  • MiG 21 engine
    MiG 21 engine
  • MiG 21 parts
    MiG 21 parts
  • MiG 21 weapons
    MiG 21 weapons

 

MiG-21 mungkin terlihat kuno, jangkauan pendek, tanpa radar canggih, dan hanya mampu membawa sedikit sekali persenjataan. Bahkan pada perang teluk 1991 MiG-21 Iraq bisa ditembak jatuh Hornet yang sedang membawa bom berat. Tapi sebenarnya pada perang Vietnam dulu MiG-21 pernah menjadi fighter yang sangat berbahaya. Mampu menghadapi F-4 Phantom yang lebih besar, canggih, punya radar lebih kuat, dan persenjataan lebih lengkap.

MiG-21 didisain sebagai interceptor dan punya sedikit kelincahan sebagai fighter. Pesawat ini didisain sekecil mungkin untuk memberikan keuntungan taktis tersendiri pada era dimana teknologi radar belum terlalu matang. Ukuran kecil berarti sulit dilihat, lebih mudah untuk menyelinap masuk ke posisi intersepsi optimum. Karena kecil, MiG-21 juga tidak bisa membawa banyak senjata. Sebagai perbandingan Phantom mampu membawa 4 rudal jarak menengah, 4 rudal jarak dekat, dan 2 drop tank. Bawaan MiG-21, terutama varian F-13 terlihat tidak ada apa-apanya. Interceptor mini ini hanya dibekali sepucuk kanon 30mm, satu drop tank, dan sepasang rudal jarak dekat K-13/AA-2 Atoll yang seukuran AIM-9B Sidewinder. 8 Rudal, 4 diantaranya jarak menengah vs 2 rudal jarak dekat, perbedaan yang sangat jauh. Jika MiG-21 dan Phantom tidak pernah duel di pertempuran sebenarnya, pasti para pengamat menganggap MiG-21 akan dibantai Phantom yang punya senjata jauh lebih banyak. Tapi pertempuran nyata mampu menunjukkan kemampuan dan kelemahan sebenarnya sebuah sistem senjata.

MiG-21 didisain dengan intake di hidung. Di dalamnya ada nose cone yang bisa digerakkan maju-mundur. Berguna untuk meregulasi udara agar masuk ke mesin dengan rentang kecepatan aman walau terbang lambat ataupun supersonik. Disainer MiG-21 pasti punya alasan kuat sendiri untuk memilih konfigurasi ini, tapi sepertinya pesawat modern tidak lagi memakai intake seperti itu. Salah satu alasannya adalah ruangan dalam hidung jadi terlalu sempit untuk menampung radar kuat. Hasilnya MiG-21 terutama varian F-13 hanya dilengkapi radar kecil untuk membantu penembakan saja. Jadi jangan berharap pilot MiG-21F-13 punya situational awareness dari onboard sensor.

Senjata minim, sensor minim, apakah MiG-21F-13 adalah pesawat yang buruk? Tidak juga, saat dioperasikan dengan taktik yang tepat, kelebihan MiG-21 mampu menutupi kelemahannya. Vietnam Utara memakai taktik ground controlled interception yang cerdas. Langkah pertama adalah mendeteksi pesawat AS dengan radar darat. Pada masa ini teknologi stealth belum ada, sehingga dengan teknologi yang tersedia saat itu radar darat Vietnam Utara bisa mendeteksi pergerakan pesawat AS dengan relatif akurat. Lalu MiG-21 dikirim ke perkiraan area intersepsi dengan terbang rendah. MiG-21 tidak perlu mendeteksi pesawat AS sendiri, tidak perlu menyalakan radar yang bisa membuka posisinya. Cukup terbang rendah sesuai petunjuk ground controller. Pada saat itu juga teknologi radar processing belum semaju sekarang, agak sulit mendeteksi pesawat terbang rendah, apalagi sekecil MiG-21. Pada posisi yang tepat, ground controller akan memerintahkan MiG-21 untuk climbing. Kombinasi mesin kuat, bobot ringan, dan ukuran kecil membuat rate of climb MiG-21 sangat impresif. Pada saat ini radar Amerika mungkin bisa mendeteksi MiG-21, tapi biasanya sudah terlambat. MiG-21 sudah masuk ke posisi intersepsi ideal untuk meluncurkan Atoll atau menyemburkan peluru berat 30mm. Atoll bukanlah rudal IR yang canggih, mudah tertipu dengan flare atau matahari. Tapi saat diluncurkan dari jarak ideal langsung ke exhaust yang panas biasanya cukup akurat. Jika rudal meleset, pilot MiG-21 diperintahkan menghindari pertempuran panjang. Jauh lebih baik memanfaatkan kecepatan untuk menyelamatkan diri dan bertempur di hari berikutnya daripada beresiko kehilangan pesawat dan pilot yang berharga. Walau sergapan gagal sekalipun, kejutan dari MiG biasanya memaksa pesawat penyerang Amerika untuk membuang bom yang dibawanya, secara efektif membatalkan misi serangan. Ground controller Vietnam Utara semakin cerdas, mereka kemudian mampu meng-orkestrasi serangan kompleks. Mereka mampu mendisain jalur intersepsi agar beberapa MiG-21 menyerang dari arah yang berbeda secara bersamaan. Belum lagi biasanya ditambah dengan sergapan head on dari MiG-17. Phantom dan Crusader yang diawaki pilot Amerika mampu memberikan perlawanan hebat yang menjatuhkan banyak MiG. Tapi tetap saja dengan rudal yang jauh lebih sedikit dan nyaris tanpa radar, MiG-21 mampu meladeni, dan dalam banyak kasus mampu mengalahkan pesawat Amerika yang lebih besar dan canggih.      

Trumpeter 1/48 MiG-21F-13

Kualitas sebuah kit bisa terlihat dari packingnya. Trumpeter membungkus MiG-21F-13 ini dengan aman. Ukuran kotak memang kecil untuk pesawat 1/48, tapi memang MiG-21 bukan fighter yang besar. Setiap sprue dilindungi kantong tersendiri untuk mencegah gesekan antar parts selama pengiriman. Sebuah langkah yang bagus untuk menjaga detail halus utuh sampai ke tangan modeler. Semua part dicetak tajam dan bersih. Clear parts bahkan dilindungi busa tambahan untuk menjaganya tetap bening tanpa goresan.

Langkah Trumpeter untuk menjaga canopy tetap bening sangat berguna mengingat kokpit kit ini sangat detail. Instrument panel pesawat lama seperti MiG-21F-13 belum beraliran glass cockpit, masih banyak detail berupa dial dan lainnya. Trumpeter merepresentasikan detail kaya ini dengan raised relief plus decal. Saat dirakit dengan benar, Instrument panel akan terlihat penuh detail, tidak flat. Area kokpit pun diperkaya beberapa PE dan clear part. Dinding samping kokpit pun dilengkapi detail ekstensif.

Salah satu kekhawatiran saat merakit pesawat dengan bentuk seperti MiG-21 adalah di area nose intake. Jika fuselage didisain seperti biasa dengan dua belahan kiri-kanan ujung ke ujung maka akan cukup sulit merapikan seam di ujung intake. Untungnya Trumpeter mempermudah modeler dengan menyediakan intake lip dalam satu part utuh. Tetap ada seam di fuselage yang perlu dirapikan, tapi intake lip dijamin rapi karena dicetak dengan satu part utuh.

Selain kokpit, area landing gear juga diberi sentuhan detail yang bagus. Ban main landing gear disediakan dari bahan karet untuk menghasilkan warna dan tekstur baik. Velg tentu saja dicetak terpisah sehingga mempermudah pengecatan demarkasi warna sempurna. Airbrake bisa dipasang dalam posisi terbuka atau tertutup. Flaps dan Aileron dicetak terpisah, memungkinkan pembuatan pose lebih dinamis. Trumpeter juga menyediakan full engine. Detail turbine face sudah sangat memuaskan, akan terlihat realistis dari exhaust. Bentuk dasar engine juga terlihat bagus. Modeler senior mungkin bisa membuka beberapa panel fuselage dan scratch build detail internal berdasarkan engine ini, atau bahkan memajang engine diluar dengan dolly buatan sendiri. Opsi yang cukup banyak untuk mokit dengan ukuran kotak relatif kecil.

Pilihan load out juga cukup luas. Sebagai pesawat dengan jangkauan pendek, MiG-21 sangat jarang terlihat tanpa centerline tank. Dan Trumpeter menyediakan centerline tank yang detail dengan fin tajam. Tidak hanya satu, tapi dua. MiG-21 hanya membawa satu ceneterline tank, jadi satu tank detail lagi bisa dimanfaatkan untuk melengkapi kit lain. Bawaan standar MiG-21F-13 adalah sepasang K-13 Atoll, dan disini diseiakan Atoll yang cukup detail. Seeker rudal dicetak terpisah menggunakan clear part. Modeler bisa menggunakan trik andalannya untuk membuat seeker yang lebih realistis dengan clear part ini. Terkadang MiG-21 juga diberi misi air-to-ground, dan disini tersedia load out opsional berupa rudal, bom, dan tabung roket. Sesuai standar kit modern, semua load out dilengkapi decal.

MiG-21 adalah pesawat yang dipakai banyak negara. Trumpeter menyediakan decal sheet besar untuk 6 pilihan negara: Soviet, PLAAF, Vietnam Utara, Jerman Timur, CSSR, dan Finlandia. Pemasangan decal dan pengecatan dipandu oleh instruction sheet berwarna.

Kami bukan fans MiG-21. Tapi setelah membaca sejarah lengkap fighter ini dan melihat kualitas cetakan Trumpeter, mungkin kami akan merakit sendiri satu.