Bronco 1/48 P40 AVG (Sold Out)

Sold Out
  • P40 AVG
    P40 AVG
  • P40 AVG blood chit
    P40 AVG blood chit
  • P40 parts
    P40 parts
  • P40 wing
    P40 wing
  • P40 fuselage
    P40 fuselage
  • P40 clear
    P40 clear
  • P40 clear 2
    P40 clear 2

Sebelum WWII tindakan agresif Jepang di Asia mulai mengganggu Amerika. Pada saat itu Amerika belum secara resmi berperang melawan Jepang, dan rakyat mereka pun tidak ingin terlibat perang besar lagi. Amerika tidak bisa secara formal melakukan konfrontasi melawan Jepang. Tapi berdiam diri pun akan berbahaya mengingat gelagat Jepang yang sudah terbaca. Salah satu solusinya adalah AVG, grup sukarelawan yang dibentuk untuk mempersiapkan pertempuran melawan Jepang. AVG dilengkapi perlengkapan Amerika dan pilot mantan personil militer Amerika, tapi secara formal bukan bagian dari militer Amerika. AVG diterjunkan di Burma untuk berlatih dan membantu China melawan serangan Jepang.

AVG dilengkapi dengan sekitar 100 fighter P-40 yang terbagi dalam tiga skuadron. Para pilot direkrut dari USAAF, US NAVY, dan USMC yang sudah mengundurkan diri. P-40 sebenarnya fighter yang cukup bagus, tapi harus menghadapi lebih banyak fighter Jepang yang lebih lincah. Kondisi ini diperparah lagi dengan pengalaman minim para pilot AVG.

Untungnya AVG dipimpin oleh Claire Lee Chennault yang cerdas. Dia melihat perbandingan P-40 dan fighter Jepang secara objektif. Jepang adalah negara yang cerdas tapi konservatif, terefleksi pada disain fighter mereka. Monoplane fighter Jepang memiliki kelincahan mendekati biplane, yang artinya sangat lincah untuk ukuran monoplane, jauh lebih lincah dari P-40. Tapi kelincahan ini terjadi di kecepatan rendah. Di sisi lain, P-40 adalah fighter yang didisain dengan kokoh, mampu menukik lebih cepat dari fighter Jepang. Struktur ringan fighter Jepang akan rusak kalau dipaksa menukik secepat P-40. Selain itu P-40 juga dilengkapi armor lebih kuat dan self sealing fuel tank.

Dari informasi ini, Chennault mendisain taktik dive and zoom yang cerdas. Dia membangun jaringan spotter yang luas untuk mendapatkan informasi awal kedatangan pesawat Jepang. Lalu P-40 diterbangkan ke ketinggian lebih tinggi untuk menyergap. Pada saat yang tepat P-40 akan menukik dan melepaskan tembakan fatal ke pesawat Jepang yang dilindungi armor tipis. Jika tembakan meleset, P-40 tidak boleh meladeni pesawat Jepang untuk dogfight di kecepatan rendah yang menguntungkan musuh. P-40 diperintahkan untuk kabur dengan kecepatan tinggi yang tidak bisa diimbangi fighter Jepang. Setelah aman, baru boleh menyusun serangan dive and zoom berikutnya. Taktik ini sangat sukses sehingga dengan resource terbatas, AVG bisa menembak jatuh lebih dari 290 pesawat musuh dengan korban 14 pilot di pihak sendiri. 

Bronco 1/48 P40 AVG

Setiap sprue di kit ini dilindungi oleh kantong plastik untuk mencegah kerusakan akibat gesekan antar sprue. Surface detail berupa recessed panel line dan rivet dicetak tipis dan tajam, terlihat bagus untuk skala 1/48. Elevator dan rudder dicetak dengan tekstur fabric yang sesuai. Flaps bisa dipasang di posisi terbuka dengan detail struktur internal. Ban dicetak terpisah dari velg, mempermudah pengecatan.

Daya tarik utama kit ini adalah full engine yang sangat detail, disusun dari sejumlah besar part yang dicetak rapi. Modeller punya dua pilihan untuk memperlihatkan hasil detailing mesin ini. Yang pertama adalah dengan membuka beberap panel. Selain itu panel untuk sisi mesin dicetak dari clear part, memungkinkan pembuatan see through model.

Bronco menyediakan 6 pilihan marking untuk P-40 yang bertugas di AVG.

Selain full engine yang detail, Bronco memberikan bonus berupa blood chit dari kain dengan ukuran sekitar A4. Blood chit ini bisa di pigura, atau lebih keren lagi dijahit di belakang jacket seperti para pilot AVG.